Senin, 27 Desember 2010

Furnitur Madura dan Interior Masa Kini

Furnitur Madura dan Interior Masa Kini

Ciri khas furnitur madura terletak pada bentuk, jenis kayu, jenis ukiran, dan warnanya yang selalu cerah serta berwarna-warni. Pada furnitur madura, pengaruh China terasa sangat kuat. Ini antara lain bisa dilihat dari kursi-kursi madura yang berukuran relatif besar dan selalu menyertakan ukiran pada bagian tengahnya.
Tidak hanya pada kursi pengaruh China pada furnitur madura terasa, tetapi juga pada balai-balai yang biasa diletakkan di area teras untuk orang duduk-duduk santai. Balai-balai madura tidak hanya memiliki satu desain, tetapi ada pula yang dilengkapi dengan tiang pada bagian kanan dan kirinya.
Balai-balai tersebut biasanya juga memiliki sandaran pada sekelilingnya sehingga selain untuk duduk dan bersandar, juga dapat digunakan sebagai tempat tidur dan melindungi anak-anak yang ditidurkan di tempat tersebut.
Ornamen interior seperti peti sebagai tempat menyimpan barang juga banyak muncul pada furnitur madura. Peti semacam ini juga tak lepas dari ciri khas pengaruh China. Hal ini, antara lain, bisa dilihat dari adanya ukiran dan aksesori logam atau tembaga yang selalu menyertai desain pada peti madura.
Warna cerah
Bahan material yang digunakan pada furnitur madura biasanya adalah berbagai jenis kayu, seperti kayu jati, kayu akasia, dan sawo kecik. Sedangkan pada proses penyelesaiannya (finishing) umumnya perajin furnitur madura menggunakan dua cara, yakni dengan melamik atau dengan menggunakan cat warna pada ukiran.
Kalau pada furnitur yang terbuat dari kayu, biasanya juga menonjolkan tekstur dari kayu tersebut. Maka, pada furnitur madura warna coklat kayu aslinya seakan hilang dan diganti dengan dominasi warna-warna cerah, seperti hijau dan merah.
Konon, pilihan warna-warni yang berani pada furnitur madura tak lepas dari watak para perajinnya. Mereka umumnya mempunyai watak yang tegas dan berani. Watak yang ada pada diri para perajin itu kemudian dimunculkan pula dalam karya mebelnya, lewat warna-warna yang cerah dan menonjol.
Pengaruh gaya hidup
Furnitur madura dengan warna-warni cerah dan ukirannya yang khas sebetulnya juga mengalami perkembangan, meskipun perkembangan itu oleh sebagian orang dianggap tak terlalu terasa. Dominasi pengaruh China tetap muncul meski pengaruh negeri bambu itu sudah ada sejak sekitar tahun 1700-an.
Perkembangan interior tak lepas dari pengaruh perubahan gaya hidup para pemakai, kemajuan teknologi, dan pergeseran cara pandang dalam menyikapi kehidupan sekarang.
Orang sekarang cenderung mau yang serba praktis dan cepat. Ini membuat interior ruang dalam rumah pun mengalami perubahan sesuai dengan selera estetika dan fungsi yang dikehendaki pemiliknya.
Segala sesuatu yang konvensional lalu bergeser menjadi modern sesuai dengan fungsinya. Tuntutan masyarakat terhadap interior turut berubah pula. Mereka kini umumnya lebih peduli kepada keindahan, kualitas material, keserasian, dan penataan ruangan yang baik di samping memilih yang lebih mudah perawatannya.
Seiring dengan hal tersebut, konsep interior pun berkembang. Muncul berbagai macam konsep interior, di antaranya bergaya etnik (seperti Jawa, China, dan Bali), eklektik, klasik, semi-klasik, etnik-modern, modern, dan minimalis. Maka, setiap orang pun memilih konsep interior yang paling sesuai dengan seleranya.
Tonjolkan ciri khasnya
Furnitur madura tentunya bisa menjadi sangat menarik bila ditata pada interior masa kini karena kekhasannya dalam warna dan ukiran. Furnitur madura dapat ditempatkan sebagai furnitur inti dalam rumah, pada sebuah interior ruangan ataupun hanya sebagai aksen saja.
Menyesuaikan diri dengan perkembangan interior masa kini, furnitur madura sebaiknya tidak diletakkan begitu saja sesuai dengan fungsinya dalam masing-masing ruang. Akan lebih menarik dan dapat memberi kesan menyegarkan ruangan bila peletakannya disesuaikan dengan elemen-elemen interior yang lain. Artinya, penempatan furnitur madura dengan ciri khasnya harus disesuaikan antara lain dengan luas ruang, konsep desain, pemilihan warna, pencahayaan, komposisi, dan aspek ergonomis.
Memang tak ada batasan luas ruang yang ideal di mana furnitur madura bisa ditempatkan. Furnitur madura bisa diletakkan di ruangan yang luas maupun yang sempit, dengan syarat tetap memerhatikan elemen interior di sekitarnya.
Sebaiknya furnitur madura tak dicampurkan dengan furnitur yang beraksen ukiran berat lainnya. Akan lebih bagus jika furnitur madura dipadukan dengan furnitur yang berbentuk lebih modern atau simpel tanpa ukir. Dengan demikian, ciri khas furnitur madura dengan ukirannya akan terlihat lebih menonjol.
Warna ruang
Pewarnaan ruangan yang tepat tentu akan memengaruhi bagus atau tidaknya furnitur madura diletakkan dalam suatu ruang. Untuk pemilihan warna ruang, sebetulnya sah-sah saja Anda memilih warna yang sesuai dengan selera karena memang tidak ada aturan baku untuk hal ini.
Bagi mereka yang menyukai warna terang dan kontras, furnitur madura yang berwarna-warni tetap bisa diselaraskan dengan warna ruang yang terang, seperti merah, merah bata, oranye, hijau terang, dan kuning.
Namun, untuk penyuka warna-warna netral, tentu akan lebih mudah menyelaraskannya dengan warna-warni yang selalu menyertai furnitur madura. Pilihan warna netral untuk ruang itu antara lain putih, abu-abu muda, cream, dan off-white.
Bagaimanapun, Anda sebaiknya mempertimbangkan bahwa warna ibarat nyawa dalam interior. Warna dapat memengaruhi mood dan emosi penghuninya. Namun, dengan semakin banyaknya variasi warna yang terus berkembang saat ini, tentunya akan makin mudah bagi Anda untuk memilih warna dinding ruangan agar sesuai dengan mebel madura.
Selain warna ruang, pencahayaan juga sangat menentukan keindahan interior secara menyeluruh maupun mengangkat keindahan furnitur atau pernak-pernik interior. Pemilihan pencahayaan yang tepat dan fixture yang sesuai sangat berpengaruh terhadap keindahan furnitur madura.
Etnik modern dan klasik
Anda dapat menggunakan mebel madura dalam interior yang bertemakan etnik modern dan klasik. Mebel madura bisa ditempatkan sebagai bagian dari elemen interiornya.
Ini tidak sama halnya dengan interior modern minimalis yang memiliki karakter ”bersih”, efektif, efisien, sederhana, dan minimal dalam peletakan barang-barangnya. Untuk interior modern minimalis, keberadaan furnitur madura bisa kurang tepat.
Meski demikian, jika Anda ingin menciptakan ruang minimalis etnik, tentunya sah-sah saja untuk menempatkan satu atau dua furnitur madura sebagai aksen ruang. Minimalis di sini maksudnya lebih kepada minimalnya jumlah furnitur di dalam ruang, tetapi tetap menyertakan unsur etnik di dalamnya sebagai aksen atau memperkuat karakter desain tersebut.
Misalnya, Anda bisa meletakkan tempat tidur berkaki dengan empat tiang pada tiap sudutnya dan difungsikan sebagai tiang kelambu. Masing-masing tiang disertai ornamen menarik dengan sentuhan akhir warna yang kontras. Ranjang semacam ini bisa menjadi fokus ruangan dan jelas fungsinya.
Anda bisa memesan furnitur madura yang desain dan motif ukirannya sesuai dengan bentuk yang Anda inginkan. Namun, kalau melihat furnitur madura yang ada di pasaran, tampak bahwa sesungguhnya furnitur madura pun mengalami perubahan desain.
Ornamen ukir pada furnitur madura sudah mulai disederhanakan dan juga diletakkan sebagai pelengkap aksen saja. Hal ini tampaknya tak lepas dari pengaruh furnitur jawa yang relatif lebih laku di pasaran dibandingkan dengan mebel madura.
Bagaimanapun para pengusaha dan perajin ukir madura harus menyesuaikan diri dengan perubahan agar mereka bisa tetap eksis. Mereka harus mau mengerjakan desain yang bisa diterima masyarakat banyak, tak hanya memproduksi furnitur untuk konsumsi orang Madura di Madura saja.

PAHAMI DULU, SEBELUM KAU TERAPUNG DALAM GELAPNYA LAUTAN

PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA
Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.
Bangsa Indonesia mulai mengenal ukir sejak zaman batu muda (Neolitik), yakni sekitar tahun 1500 SM. Pada zaman itu nenekmoyang bangsa Indonesia telahmembuat ukiran pada kapak batu, tempaan tanah liat atau bahan lain yang ditemuinya. Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu masih sangat sederhana. Umumnya bermotif geometris yang berupa garis, titik, dan lengkungan, dengan bahan tanah liat, batu, kayu, bambu, kulit, dan tanduk hewan Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu, yaitu berkisar tahun 500 hingga 300 SM. Bahan untuk membuat ukiran telah mengalami perkembangan yanitu menggunakan bahan perunggu, emas, perak dan lain sebagainya. Dalam pembuatan ukirannya adalah menggunakan teknologi cor. Motif-motif yang di gunakanpada masa zaman perunggu adalah motif meander, tumpal, pilin berganda, topeng, serta binatang maupun manusia. Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari Gunung merapi dekat Bima. Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat, dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT. Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu darikerinci, Sumatera. Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba. Nusa Tenggara, dan pada kapak perunggu dari danau Sentani, Irian Jaya. Motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kejahatan. Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.
Setelah agama Hindu, Budha, Islam masuk ke Indonesia, seni ukir mengalami perkembangan yang sangat pesat, dalam bentuk desain produksi, dan motif. Ukiran banyak ditemukan pada badan-badancandi dan prasasti-prasasti yang di buat orang pada masa itu untuk memperingati para raja-raja. Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata-senjata, seperti keris dan tombak, batu nisan, masjid, keraton, alat-alat musik, termasuk gamelan dan wayang. Motif ukiran, selain menggambarkan bentuk, kadang-kadang berisi tentang kisah para dewa, mitos kepahlawanan, dll. Bukti-bukti sejarah peninggalan ukiran pada periode tersebut dapat dilihat pada relief candi Penataran di Blitar, candi Prambanan dan Mendut di Jawa Tengah.
Saat sekarang ukir kayu dan logam mengalami perkembangan pesat. Dan fungsinyapun sudah bergeser dari hal-hal yang berbau magis berubah menjadi hanya sebagai alat penghias saja.pada ukiran kayu meliputi motif Pejajaran, Majapahit, Mataram, Pekalongan, Bali, Jepara, Madura, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, dan berbagai macam motif yang berasal dari luarJawa. Motif-motif
KERAJINAN
Rajin : suka dan giat bekerja, selalu berusaha, getol.
Kerajinan : hal ( sifat ) rajin, kegetolan
Contoh :
Barang-barang kerajinan yaitu barang-barang hasil pekerjaan tangan.
Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan, keterampilan, dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu, batu, logam, gading, dsb. Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu.
Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir.
Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis, sehingga memikiki nilai estetis. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu, logam, gading , batu dan bahan-bahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan, binatang, awan, air, manusia, dsb.
Selanjutnya yang dimaksud dengan kerajinan adalah jenis kesenian yang menghasilkan berbagai macam perabot, hiasan atau barang-barang yang artistik, terbuat dari kayu, besi, porselin, emas, gading, kain tenunan, dsb. Hasil dari suatu kerajinan tangan juga di sebut seni guna